Saturday, January 4, 2020

Wisata Halal di Jepang

Jepang adalah salah satu negara yang sangat menarik untuk diulik dan dikunjungi. Tak heran negeri sakura ini menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan Muslim dari Indonesia, Malaysia, dan negara-negara lain di Timur Tengah. Akhir-akhir ini, tingginya jumlah wisatawan Muslim membuat Jepang menjadi sangat gencar mengembangkan fasilitas ramah Muslim untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing. Jepang adalah negara non-Muslim dengan penduduk mayoritas beragama Budha dan Shinto sehingga pemahaman masyarakatnya terhadap konsep halal dan wisata halal tentunya sangat terbatas.
Jumlah wisatawan asing di Jepang terus menerus mengalami peningkatan setelah Jepang melakukan kampanye promosi wisata bertajuk “Visit Japan” sejak tahun 2003. Terdapat 14 negara yang menjadi target promosi ini, yaitu Korea, Taiwan, China, Amerika, Hongkong, Inggris, Prancis, Jerman, Australia, Kanada, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Indonesia (Yamazaki et al, 2015). Lonjakan yang signifikan terjadi pada tahun 2013, yaitu saat pertama kalinya jumlah wisatawan asing menembus angka di atas 10 juta orang. Di antaranya, diperkirakan sekitar 300.000 orang adalah wisatawan Muslim. Jumlah wisatawan Muslim diprediksi akan meningkat hingga 1.000.000 orang pada tahun 2020.
Dihadapkan dengan permintaan yang tinggi dari penduduk Muslim dan wisatawan mancanegara, restoran di ibu kota Jepang, Tokyo, melakukan ekspansi untuk memuaskan selera makan terus meningkat untuk makanan hal
“Makanan halal saat ini dikirimkan hanya dalam 23 kelurahan di Tokyo, tapi kami ingin memperluas area pengiriman,” kata seorang anggota staf Deli Halal kepada The Japan Times, Jumat, Juni 21. Halal Deli adalah salah satu restoran baru di Tokyo yang dibuka baru-baru ini untuk memenuhi meningkatnya permintaan makanan halal para wisatawan Muslim dari negara-negara tetangga Muslim Indonesia dan lainnya.
Konsep halal, – yang berarti diperbolehkan dalam bahasa Arab – secara tradisional telah diterapkan pada makanan. Muslim hanya memakan daging dari ternak yang dipotong oleh pisau tajam, dan disembelih pada leher, dengan mengucapkan nama Allah. Alkohol juga sangat dilarang bagi umat Islam. Sekarang barang dan jasa lainnya juga dapat disertifikasi halal, termasuk kosmetik, pakaian, farmasi dan jasa keuangan.
Upaya pemerintah Jepang dalam memudahkan akses makanan halal akan dijamin dengan  devisa dari berkembangnya wisatawan Muslim.
“Masih banyak Muslim yang ingin mengunjungi Jepang, tetapi kekhawatiran tentang makanan adalah alasan utama mengapa mereka akan berpikir dua kali,” kata Mina Hattori, seorang profesor di Sekolah Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Universitas Nagoya.

Budaya Jepang : Lepaskan Sepatu di Genkan!


Sesungguhnya Allah itu Maha indah, dan suka keindahan.
 H.R.Muslim, no. 91
Negara Jepang mempunyai segudang etika disiplin yang patut dicontoh. Maka tidak heran bagi kita yang merupakan ‘fans’ dari negeri sakura ini sudah mengetahui budaya-budaya yang ada di Jepang melalui film, drama, maupun anime.
Nah, di artikel kali ini budaya apa sih yang akan kita bahas? Yup! Budaya melepas sepatu di genkan~ ^.^
Bagaimana orang Jepang membuat tamu menyadari bahwa mereka harus melepas sepatu atau sandal? Nah, di depan pintu masuk biasanya lantai ditinggikan setinggi 6 inchi (15.24 cm). Ditinggikannya lantai ini adalah pertanda bahwa kita sebagai tamu harus melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah, budaya ini dinamakan genkan. Sepatu atau sandal dari luar yang kita kenakan harus diletakkan di dalam rak sepatu yang disediakan. Namun jika tidak ada rak, kita bisa menyimpannya di lantai dekat pintu saja.
MENGAPA HARUS LEPAS SEPATU?
Jepang memiliki iklim dengan suhu yang tinggi dan kelembaban yang tinggi, dan seringnya terjadi hujan, juga perubahan musim yang bisa dikatakan ekstrim. Memasuki rumah dengan sepatu akan menjadi masalah karena akan menyebabkan lantai kotor, dan rumah tidak bersih lagi atau tidak higienis. Inilah sebabnya mengapa menjadi kebiasaan untuk melepas sepatu di genkan untuk menjaga rumah tetap bersih. Dengan cara ini, orang dapat duduk di tatami atau di lantai langsung, dan menggelar futon (kasur tradisonal) di lantai.
KAPAN HARUS MELEPASKAN SEPATU?
  1. Ketika mengunjungi rumah seseorang , teman-teman harus melepaskan sepatu di pintu masuk. Biasanya ada tingkat perbedaan antara pintu masuk dan ruangan. Di apartment, tingkat perbedaan mungkin hanya beberapa sentimeter atau hanya ada perbedaan warna lantai untuk membedakan pintu masuk dan ruangan. Namun apapun masalahnya, selalu ada perbedaan yang jelas. Lebih baik untuk menanyakan ke pemiliknya jika sulit untuk mengetahui. Perlu diingat bahwa ketika teman-teman mengenakan sandal yang disiapkan dipintu masuk, teman-teman harus melepasnya ketika memasuki Zashiki, ruang berlantai dengan tatami.
  2. Zashiki di restoran, ada restoran di Jepang dengan Zashiki dan horigotatsu (sejenis kursi dengan sebuah lubang dilantai untuk menempatkan satu kaki, biasanya ada meja rendah diatasnya). Di tempat-tempat ini, teman-teman harus melepas sepatu dipintu masuk atau sebelum duduk. Zashiki sering terlihat di restoran Jepang di Izakaya (bar bergaya Jepang), dan kedai makan yang otentik. 
  3. Di dalam Kuil , umumnya, seseorang tidak di perbolehkan untuk memasuki kuil atau candi dengan menggunakan sepatu. teman-teman harus melepaskan sepatu ketika masuk kedalam.
  4. Di dalam Ruangan Upacara Minum Teh, Ketika memasuki ruangan upacara minum teh untuk sado (atau chado, 茶道, seni tradisional jepang yang salah satunya untuk menyediakan teh untuk para tamu) di sebuah kimono, teman-teman harus mengenakan tabi putih (kaus kaki jepang dengan jempol kaki terpisah). Di saat teman-teman memakai baju biasa, pastikan untuk memakai sepasang kaus kaki putih sebelum masuk, karena dianggap cara yang buruk jika menunjukkan jari-jari kaki.
  5. Onsen dan Sento, Onsen (温泉, sumber air panas) dan Sento (銭 湯, pemandian umum) adalah tempat di mana kita membersihkan tubuh kita. Oleh karena itu, tidak diizinkan untuk masuk dengan menggunakan sepatu. kita harus melepasnya di pintu masuk.
Salah satu hal yang menyenangkan tentang berpergian ke luar negeri adalah untuk menemukan perbedaan budaya. Untuk tinggal di Jepang yang menyenangkan, saya sarankan teman-teman membawa sepatu yang mudah untuk di lepas, dan kaus kaki bersih, hanya untuk mempersiapkan situasi seperti ini. 
Semoga bermanfaat ya! じゃあ, また!^^