“Sesungguhnya Allah itu Maha indah, dan suka keindahan.”H.R.Muslim, no. 91
Negara Jepang mempunyai segudang etika disiplin yang patut dicontoh. Maka tidak heran bagi kita yang merupakan ‘fans’ dari negeri sakura ini sudah mengetahui budaya-budaya yang ada di Jepang melalui film, drama, maupun anime.
Nah, di artikel kali ini budaya apa sih yang akan kita bahas? Yup! Budaya melepas sepatu di genkan~ ^.^
Bagaimana orang Jepang membuat tamu menyadari bahwa mereka harus melepas sepatu atau sandal? Nah, di depan pintu masuk biasanya lantai ditinggikan setinggi 6 inchi (15.24 cm). Ditinggikannya lantai ini adalah pertanda bahwa kita sebagai tamu harus melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah, budaya ini dinamakan genkan. Sepatu atau sandal dari luar yang kita kenakan harus diletakkan di dalam rak sepatu yang disediakan. Namun jika tidak ada rak, kita bisa menyimpannya di lantai dekat pintu saja.
MENGAPA HARUS LEPAS SEPATU?
Jepang memiliki iklim dengan suhu yang tinggi dan kelembaban yang tinggi, dan seringnya terjadi hujan, juga perubahan musim yang bisa dikatakan ekstrim. Memasuki rumah dengan sepatu akan menjadi masalah karena akan menyebabkan lantai kotor, dan rumah tidak bersih lagi atau tidak higienis. Inilah sebabnya mengapa menjadi kebiasaan untuk melepas sepatu di genkan untuk menjaga rumah tetap bersih. Dengan cara ini, orang dapat duduk di tatami atau di lantai langsung, dan menggelar futon (kasur tradisonal) di lantai.
KAPAN HARUS MELEPASKAN SEPATU?
- Ketika mengunjungi rumah seseorang , teman-teman harus melepaskan sepatu di pintu masuk. Biasanya ada tingkat perbedaan antara pintu masuk dan ruangan. Di apartment, tingkat perbedaan mungkin hanya beberapa sentimeter atau hanya ada perbedaan warna lantai untuk membedakan pintu masuk dan ruangan. Namun apapun masalahnya, selalu ada perbedaan yang jelas. Lebih baik untuk menanyakan ke pemiliknya jika sulit untuk mengetahui. Perlu diingat bahwa ketika teman-teman mengenakan sandal yang disiapkan dipintu masuk, teman-teman harus melepasnya ketika memasuki Zashiki, ruang berlantai dengan tatami.
- Zashiki di restoran, ada restoran di Jepang dengan Zashiki dan horigotatsu (sejenis kursi dengan sebuah lubang dilantai untuk menempatkan satu kaki, biasanya ada meja rendah diatasnya). Di tempat-tempat ini, teman-teman harus melepas sepatu dipintu masuk atau sebelum duduk. Zashiki sering terlihat di restoran Jepang di Izakaya (bar bergaya Jepang), dan kedai makan yang otentik.
- Di dalam Kuil , umumnya, seseorang tidak di perbolehkan untuk memasuki kuil atau candi dengan menggunakan sepatu. teman-teman harus melepaskan sepatu ketika masuk kedalam.
- Di dalam Ruangan Upacara Minum Teh, Ketika memasuki ruangan upacara minum teh untuk sado (atau chado, 茶道, seni tradisional jepang yang salah satunya untuk menyediakan teh untuk para tamu) di sebuah kimono, teman-teman harus mengenakan tabi putih (kaus kaki jepang dengan jempol kaki terpisah). Di saat teman-teman memakai baju biasa, pastikan untuk memakai sepasang kaus kaki putih sebelum masuk, karena dianggap cara yang buruk jika menunjukkan jari-jari kaki.
- Onsen dan Sento, Onsen (温泉, sumber air panas) dan Sento (銭 湯, pemandian umum) adalah tempat di mana kita membersihkan tubuh kita. Oleh karena itu, tidak diizinkan untuk masuk dengan menggunakan sepatu. kita harus melepasnya di pintu masuk.
Semoga bermanfaat ya! じゃあ, また!^^

No comments:
Post a Comment